Why bother? At this very time of day still seeking for the definition of love? Love and love again. Why never tired of talking this over? What is so interesting about it? Cinta: Sebuah pertanyaan klasik yang selalu up-to-date untuk dipertanyakan. Begitu kah? Bagaikan roda ajaib yang selalu berputar bergesekan dengan tanah namun tidak pernah aus. Sepertinya ada saja yang membuatnya segar dan indah untuk ditilik.
Why then is it so? Well, I think it's, in many ways, because this love was here, is still here, and will always be here. Cinta menembus ruang dan waktu, melewati setiap jiwa dan hati anak manusia. Love never loses its spirit. Secara esensial, karakter dan polanya sebenarnya hampir sama saja--dengan pattern yang itu-itu saja. Yang menarik dari fenomena ini adalah energi cinta yang sepertinya tidak pernah ada habis-habisnya serta tidak pernah melemah dari era ke era, dari generasi ke generasi. Kehadirannya tidak pernah tidak membuat hati bergetar, berdenyut serta jiwa melayang. Kehadirannya tidak pernah tidak membawa sepercik cahaya positif ke dalam diri seseorang.
Amazing! Sepertinya perlu dipertimbangkan untuk ikut dicatat dalam Guinnes Book of world records. Atau masuk dalam 7 keajaiban dunia dengan menempati peringkat pertama. Don't you think?
Secara literal, ada jutaan definisi tentang cinta yang telah dirumuskan oleh jutaan orang dari berbagai belahan dunia. Sekumpulan definisi yang hebat, kalau boleh dibilang begitu. I agree on them. But, in my own words, I'd like to offer two simple qualifications. Cinta itu bersifat unconditional (tanpa syarat) dan long-lasting (never-ending). Jadi, di sini tidak dikenal istilah "cinta sesaat" ataupun "tergantung"-maksudnya tergantung pada apa, siapa, bagaimana, kapan, kepentingan apa, dsb. Dengan kata lain, cinta itu bersifat universal.
For examples, di sebuah padang rumput yang luas dan sepi hanya ada seorang anak negro penderita busung lapar tergeletak kelaparan serta kehausan dan seorang anak kulit putih yang membawa satu kardus makanan bergizi, satu galon air minum, dan satu kotak P3K lengkap sedang lewat menuju camp-nya; bayangkan jika definisi cinta dalam diri si anak kulit putih telah di-set sebelumnya yaitu dengan sejumlah batasan dan syarat-syarat tertentu. Dapat saja dia hanya akan terus lewat tanpa menoleh sedikitpun hanya karena anak negro itu berbeda dengan dirinya pada warna kulit: hitam, putih; bentuk fisik: busung lapar, sehat; tipe rambut: kribo gembel, ikal indah; dll. Alangkah tragisnya jika niat putih penuh cinta dalam hatinya untuk menolong anak negro harus kandas tanpa aksi cuma karena si anak malang tersebut tidak memenuhi kriteria dan syarat yang telah dibentuk tadi. Mau jadi apa bumi ini?
Atau bayangkan jika tidak ada satu pun orang Indonesia di luar suku Aceh dan Nias yang bersedia membantu korban bencana gempa dan tsunami di Aceh dan Nias! Berapa banyak nyawa lagi yang harus melayang karena tidak mendapat pertolongan dan how deep the pain that they had to suffer dan betapa porak poranda keadaan di sana...
Bayangkan jika seorang ibu pilih-pilih dalam memberikan cinta pada anaknya: bayi yang dikandung digugurkan hanya karena tidak diharapkan, dilahirkan lalu dibuang, anak disiksa hanya karena tidak pintar seperti yang diimpikan, dsb. Itu hanya 3 contoh kecil perumpamaan cinta yang bersifat conditional. Begitu juga dengan cinta yang tidak long-lasting yang, in some way, merupakan perpanjangan dari cinta bersyarat tadi yaitu keadaan dimana jika orang atau sesuatu yang dicintai sudah tidak memiliki kriteria yang telah ditetapkan tadi, cinta yang ada bisa hilang entah kemana. For me, that's fake! To sum up, in love, everybody has to learn to accept others just the way they are.
Next question, where to find love? Well, all I can say to this is that love is all around us, it's everywhere. As I said earlier, love is there somewhere inside of us. Moreover, since it's a positive energy, it just comes near to positive soul, mind, thought, and will. And then, it comes out as a positive actions and result in a positive end--totally positive. For instances, it may appear as a love to others: to care, to help, to share, to listen, to give, to sacrifice, to trust, to save, to entertain, to light, for affection, for protection, for shelter, for pain reduction, for a relief, and so forth. For me, that's just the way it is. One more thing, some say that love needs sacrifice. For this one, I'd like to highlight that the sacrifice meant here is the one that's pleasant. I mean, a joyful sacrifice. Dengan kata lain, pengorbanan tersebut bukanlah sesuatu yang sepenuhnya menyakitkan; melainkan sebuah pengorbanan yang kita memang ingin lakukan tanpa paksaan dan walaupun ada rasa sakit namun itu bukan apa-apa karena rasa bahagia dan tulus jauh lebih besar dari itu semua. Dan, sekali lagi, cinta itu membawa damai dan kebahagiaan dalam hati setiap jiwa apapun bentuk dan polanya.
Jadi, why not beginning to drill and set your heart and soul to love things around you unconditionally and eternally? I can guarantee that there isn't any negative thing which may come out of it. So, let's put it into action now and spread the love today!!
In response to the Bulletin posted by Puguh on "Bisakah Kita Menemukan Cinta?" (friendster.com). Any objection? Feel free to send your feedback to me by clicking on the comment button below. Thank you.